Sorotan Tajam untuk SPBU Jati Pariaman: Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi Mencuat
Pariaman — Sebuah SPBU di kawasan Jati, Kota Pariaman, kini menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan penyaluran BBM subsidi jenis Solar yang tidak tepat sasaran. Persoalan ini memicu keresahan masyarakat, terutama kalangan nelayan kecil yang mengaku kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk melaut.
Di tengah kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi, antrean kendaraan yang diduga milik pelangsir justru disebut masih bebas keluar masuk SPBU untuk melakukan pengisian berulang kali. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar mengenai efektivitas pengawasan distribusi BBM subsidi di lapangan.
Sejumlah warga menilai praktik semacam ini telah berlangsung cukup lama dan seolah menjadi pemandangan biasa. Padahal, Solar subsidi sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat kecil yang benar-benar membutuhkan, termasuk nelayan dan pelaku usaha kecil.
“Nelayan susah dapat Solar untuk mencari nafkah, tapi kendaraan pelangsir malah diduga bebas antre dan bolak-balik isi. Ini jelas melukai rasa keadilan masyarakat,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Keluhan serupa juga datang dari para nelayan yang mengaku harus berputar mencari BBM demi bisa tetap melaut. Mereka menilai distribusi subsidi negara seharusnya diawasi secara ketat agar tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu demi keuntungan pribadi.
Persoalan ini kini memicu desakan publik agar aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta instansi terkait segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh. Transparansi distribusi BBM subsidi dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan hak masyarakat kecil tidak dirampas oleh praktik-praktik yang diduga melanggar aturan.
Masyarakat juga meminta adanya evaluasi terhadap sistem pengawasan di SPBU agar dugaan pengisian berulang oleh pelangsir tidak terus terjadi. Jika terbukti ada pelanggaran, publik mendesak penindakan dilakukan secara tegas tanpa pandang bulu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU maupun instansi terkait mengenai dugaan tersebut.
BBM subsidi adalah hak rakyat kecil, bukan ruang permainan bagi oknum yang mencari keuntungan pribadi. Ketika nelayan kesulitan melaut karena kekurangan Solar, maka negara tidak boleh tutup mata terhadap dugaan penyelewengan yang terjadi di lapangan.
Publik kini menunggu langkah nyata: Apakah aturan benar-benar ditegakkan, atau praktik semacam ini akan terus dibiarkan?
(Tim)
