PPNI Sumbar Gandeng Lawyer Rumah Cendekia SOMASI (KAN Ampang Pulai) & Pemerintahan Nagari Sungainyalo. Dr. Rudi Candra : KITA SOMASI
Polemik bangunan rumah ibadah klenteng semakin mencekam, tokoh pemuda memberikan perlawanan yang serius terhadap oknum-oknum Ninik mamak yang terlibat dalam meloloskan segala bentuk izin dan rekomendasi yang tidak mendasar. Ada 2 point tuntutan yang kita Somasikan kepada Pemerintah Nagari Sungai Nyalo dan KAN Ampang Pulai, yaitu :
1. Tinjau ulang dan batalkan rekomendasi investasi terhadap penggunaan Tanah Ulayat yang keluarkan oleh KAN Ampang Pulai & Pemerintah Nagari Sungainyalo
2. Tinjau ulang dan batalkan pemberian gelar Suku Jambak kepada warga keturunan China, keputusan ini tidak mendasar karena warga keturunan China tersebut masih berstatus beragama Katolik dan tidak selaras dengan ABS-SBK serta tidak memiliki garis keturunan Minangkabau.
Pendiri Lawyer Rumah Cendekia, Dr. Rudi Chandra menyampaikan bahwa : "...Secara hukum adat ini salah, tidak boleh warga negara China apalagi dia masih berstatus beragama Katolik mendapatkan gelar Suku di Minangkabau, ini jelas akal-akalan dari oknum-oknum yang berusaha meloloskan segala persyaratan izin sehingga rekomendasi bisa diberikan. Kita minta pertanggungjawaban dari Payung suku Jambak, kapan investor ini batagak suku, siapa yang memperbolehkan pemberian gelar Suku ini? Dari Datuak mana yang terlibat? dan mana bukti dokumentasinya proses pemberian gelar sukunya"
Selanjutnya, Dr. Rudi Chandra yang sebagai advokat dan sekaligus akademisi Putera Daerah ini menerangkan bahwa "...Kita akan SOMASI KAN Ampang Pulai dan Pemerintah Nagari Sungainyalo, mereka punya waktu 7-14 hari untuk meninjau ulang dan membatalkan point-point somasi tersebut, kalau tidak selesaikan kita bawa proses ini semuanya kejalur hukum. Harus ada yang bertanggungjawab atas kekacauan pembangunan Kelenteng yang ada di Kawasan Mandeh, Tarusan ini."
Ketua Umum PPNI Sumbar, M Rafi Ariansyah menyampaikan bahwa "...Ucapan terimakasih yang luar biasa, kita adalah anak muda dan generasi muda yang berfikir untuk menjaga nagari ini dimasa yang akan datang. Persoalan ini semakin menarik tentu kita lihat saja nanti, siapa oknum-oknum Ninik mamak yang terlibat, kita bereskan semuanya".
