Negara (Pemda Kab. Pesisir Selatan) Tidak Boleh Kalah Dari Investor (PT Lautan Mas Teguh Abadi)
Oleh : M Rafi Ariansyah
Kekalahan telak terlihat dari sebuah gerakan lahiriah (Pemda Pesisir Selatan) yang tak mampu mengatasi masalah ini. Kebobrokan Pemda Pesisir Selatan diduga dinilai pada aspek tindakan yang tak jalan. Secara kontekstual hukum dan pedoman agama maupun secara regulasi kita kuat dan kita tak bisa dikalahkan. Namun, pada kenyataannya dugaan harga diri yang tergadai adalah bukti cerminan bahwa Pemerintahan kita tidak bisa berbuat apa-apa. Menjadi kafir adalah jalan yang dipilih oleh orang-orang munafik sehingga tidak berani menegur dan memberikan sanksi kepada orang yang telah terbukti bersalah melanggar aturan negara, melanggar aturan adat dan terbukti melanggar aturan agama.
Sadarlah, betapa begitu banyak cucuran keringat nenek moyang kita menggarap tanah demi masa depan anak cucu yang cerah. Tanah ini adalah tanah Ulayat dan hanya bisa dimiliki oleh orang yang memiliki garis keturunan. Berapa besarnya dosa kita hari ini, berapa banyak pertanggungjawaban kita diakhirat nanti. Ingatlah para pemimpin yang diberi amanah memegang tampuk kekuasaan pada hari ini, jabatan hanya berbicara waktu dan pada masanya akan berlalu.
Lawanlah, hidup tak serta merta untuk masa depan. Ingatlah hidup dimasa lalu, dan perbaikilah hidup dimasa kini, sehingga kita semua bisa bahagia dimasa depan. Negara tidak boleh kalah dari Investor, hukum negara kita kuat, hukum adat kita beradat, dan hukum agama kita adalah Al-Qur'an. Hukum adat diminangkabau lahir dari penafsiran Al-Qur'an yang dibuat dan didesign dengan sebaik mungkin agar kita bisa menjalani hidup dengan tentram dan damai.
Negara tidak boleh kalah dari Investor, bijaklah dalam mengambil keputusan, jalankan tampuk kekuasaan dengan baik. Agar tidak sesat dijalan, patuhilah norma hukum, patuhilah norma adat, dan pedomanilah norma agama (Al-Qur'an & Hadist). Sejatinya yang hak akan selalu menang dan yang batil akan hancur. Jika kau menjadi pemimpin hari ini, hitunglah berapa jumlah rakyatmu? Jika keputusan yang kau buat salah, berapa banyak orang yang akan terdampak ? dan jika suatu saat kau mati. Berapa banyak orang yang akan menuntut mu?
Para tokoh agama, para tokoh adat, para tokoh masyarakat. Hari ini jika jalanmu sedang berbelok sadarlah hidupmu belum tentu sampai 15-20 tahun lagi. Ingatlah penerusmu, ingatlah keturunanmu, betapa menangisnya kamu nanti saat berada di alam ghoib melihat mereka terjajah, melihat mereka susah dan melihat mereka tidak punya apa-apa. Negara Tidak Boleh Kalah Dari Investor.
