Ketua Umum PPNI Sumbar 2024-2026 : M Rafi Ariansyah Tantang Pejabat Di Pesisir Selatan Debat Terbuka, Tema : "Pertanahan & Izin Rumah Ibadah"
Oleh : M Rafi Ariansyah
Ketua Umum Pemuda Peduli Negeri Indonesia (PPNI) M Rafi Ariansyah S.AP, M.AP menyampaikan kepada seluruh awak media menantang Debat Secara Terbuka untuk seluruh pejabat di Kabupaten Pesisir Selatan mulai dari Kadis, Sekda, Bupati, Wakil Bupati dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan untuk melaksanakan perdebatan didepan publik yang disiarkan oleh Stasiun TV lokal dengan tema "Pertanahan & Izin Rumah Ibadah".
Putera Daerah Kec. Koto XI Tarusan yang berprofesi sebagai akademisi, Rafi menyebutkan bahwa :"...Kita selesaikan dengan debat terbuka, saya menantang Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Para Kepala Dinas dan Seluruh Anggota DPRD ditingkat Kabupaten untuk debat secara terbuka dan disiarkan di Stasiun TV lokal. Ayo siapa yang berani? 1 Vs 1. Siapa yang berani menerima tantangan ini, kita bahas dan kupas secara tuntas semuanya tentang hukum pertanahan, administrasi pertanahan, dan izin bangunan rumah ibadah kelenteng ini".
Tokoh Politik Muda yang masih berumur 27 Tahun ini menerangkan bahwa "...Bertanggungjawab dong atas sikap dan tindakan yang dibuat, kalau memang tidak ada izin rumah ibadahnya dan status bangunan kelenteng ini hanya berbentuk izin usaha dan rekreasi, berani tidak Pemda berikan sanksi, berikan teguran, dan bongkar bangunan itu. Tegakkan aturan dong, jangan semaunya saja mengelola negara ini. Habis dilantik plonga-plongo, dapat investor langsung jadi, langsung bikin ini dan bikin itu, selesaikan dulu administrasi dan perizinan, lalu baru bangun barangnya". Nah, sekarang ayok kita debat terbuka. Gak lama-lama cukup 3 SKS saja".
Lulusan Magister Muda ini, Rafi menjelaskan bahwa "...Jangan seenaknya saja ada orang yang kritik kebijakan, oh ini ada yang boncengi. Oh ini ada yang bermain, oh ini tindakan sara, oh ini tindakan makar. Sekarang mari kita 1 Vs 1 Debat Terbuka didepan publik, berani atau tidak?. Sudah tahun berapa ini, kita sudah hidup dizaman yang penuh kemajuan, negara ini adalah negara demokrasi, menjadi pejabat harus siap dihina, dicaci, dimaki, dikritik, dicurigai atas segala bentuk tindakan dan setiap keputusan yang dikeluarkannya. Kenapa ketika setiap orang yang menjadi pemimpin, orang-orang mengucapkan kalimat barakaullah sehabis itu jangan lupa ada kalimat wa Innalillahi. Artinya apa, artinya adanya ucapan selamat ketika seseorang terpilih menjadi pemimpin dan sehabis itu ada kalimat wa Innalilahi jadi makna selamat itu adalah selamat menderita. Kalau tidak siap menderita bearti tidak siap menjadi pemimpin".
