ZMedia Purwodadi

DPW KJI Sumbar dan Insan Pers Sumbar Turut Berduka atas Wafatnya Ibunda Kapolda Sumbar

Table of Contents



SUMBAR | Kabar duka menyelimuti keluarga besar Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol. Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA. Ibunda tercinta beliau, Hj. Kastarini Binti Padmo Wisastra, telah berpulang ke rahmatullah. Kepergian orang tua, terlebih seorang ibu, merupakan kehilangan yang sangat mendalam bagi setiap anak dan keluarga.


Atas musibah tersebut, Dewan Pimpinan Wilayah Kolaborasi Jurnalis Indonesia (DPW KJI) Sumatera Barat menyampaikan rasa belasungkawa yang tulus kepada Kapolda Sumbar beserta seluruh keluarga yang ditinggalkan.


Sebagai organisasi profesi yang menaungi insan jurnalistik, DPW KJI Sumbar menilai bahwa nilai kemanusiaan harus selalu ditempatkan di atas segala perbedaan profesi, jabatan, maupun latar belakang. Ketika duka datang, empati menjadi bahasa yang mampu menyatukan semua pihak.


Ketua DPW KJI Sumbar, Peter Prayudha, menyampaikan bahwa keluarga besar KJI Sumbar turut merasakan kesedihan yang tengah dialami keluarga Kapolda Sumbar. Menurutnya, kehilangan seorang ibu merupakan ujian kehidupan yang tidak mudah dilalui oleh siapa pun.


"Ibu adalah sosok yang selalu menghadirkan kasih sayang tanpa batas. Kehilangannya tentu meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi keluarga. Kami keluarga besar DPW KJI Sumbar menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya," ujar Peter Prayudha.


Ia mengatakan bahwa doa merupakan bentuk penghormatan terbaik yang dapat diberikan kepada almarhumah dan keluarga yang sedang berduka.


Dalam kehidupan masyarakat Indonesia, sosok ibu memiliki posisi yang sangat istimewa. Dari tangan seorang ibu lahir kasih sayang, pendidikan pertama, ketulusan, serta pengorbanan yang sering kali tidak dapat diukur dengan apa pun.


Karena itu, kabar wafatnya seorang ibu selalu menghadirkan rasa haru yang mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi banyak orang yang memahami arti penting seorang ibu dalam kehidupan.


DPW KJI Sumbar mengajak seluruh anggota, pengurus, dan insan pers di Sumatera Barat untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi almarhumah agar segala amal ibadahnya diterima Allah SWT serta mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.


Selain itu, doa juga dipanjatkan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, kesehatan, dan ketabahan dalam menghadapi masa-masa sulit setelah kepergian orang tercinta.


Di tengah aktivitas dan tanggung jawab yang diemban sebagai Kapolda Sumbar, kehilangan seorang ibu tentu menjadi peristiwa yang sangat menguras emosi dan perasaan.


Namun demikian, setiap insan beriman meyakini bahwa kematian adalah ketetapan Allah SWT yang akan datang kepada setiap manusia pada waktu yang telah ditentukan.


Dalam suasana duka tersebut, dukungan moril dan doa dari berbagai kalangan menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti bagi keluarga yang tengah berduka.


DPW KJI Sumbar berharap semangat kebersamaan, rasa kemanusiaan, dan nilai empati terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga setiap musibah yang menimpa sesama dapat dihadapi dengan saling menguatkan.


Organisasi ini juga meyakini bahwa penghormatan kepada keluarga yang sedang berduka merupakan bagian dari budaya luhur bangsa Indonesia yang harus terus dijaga dan diwariskan.


Di balik setiap kabar duka, selalu terdapat pelajaran berharga tentang arti kehidupan, kebersamaan, serta pentingnya menghargai waktu bersama orang-orang yang kita cintai.


Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bagi semua pihak untuk terus berbuat baik, menjaga silaturahmi, dan memperbanyak doa bagi kedua orang tua, baik yang masih hidup maupun yang telah berpulang.


Keluarga besar DPW KJI Sumbar kembali menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada Kapolda Sumbar dan seluruh keluarga besar yang ditinggalkan.


Semoga almarhumah Hj. Kastarini Binti Padmo Wisastra mendapatkan rahmat, ampunan, serta tempat terbaik di sisi Allah SWT.


Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan lahir dan batin, serta mampu melalui masa-masa duka ini dengan penuh keikhlasan dan ketabahan.


"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Dari Allah kita berasal dan kepada-Nya kita kembali."


TIM