HENDRI MOB TIM GAGAK HITAM IKUT PENGAWALAN KETAT EVAKUASI 7 JENAZAH KORBAN BANJIR
Kayu Tanam — Sabtu, 29 November 2025. Upaya kemanusiaan dalam penanganan bencana banjir besar yang melanda wilayah Kayu Tanam kembali dilakukan dengan kerja sama lintas satuan. Pada pukul 15.21 WIB, tim gabungan resmi menyelesaikan evakuasi tujuh (7) jenazah korban banjir dari berbagai titik longsoran dan aliran sungai yang meluap akibat curah hujan tinggi sejak beberapa hari terakhir.
Proses evakuasi dipimpin langsung oleh Kasi Dokkes Polres Padang Pariaman, dengan dukungan penuh dari tenaga medis, personel kepolisian, relawan, serta unsur pemerintah setempat. Untuk membawa para korban, dikerahkan 7 unit ambulance, yang sejak pagi hingga sore hilir mudik mengangkut jenazah ke fasilitas medis.
Keseluruhan jenazah telah tiba dengan aman di Ruang Pemulasaraan RS Bhayangkara Padang, di mana Tim DVI Polda Sumatera Barat telah bersiap untuk melanjutkan rangkaian prosedur pemulasaraan dan identifikasi. Proses identifikasi ini sangat penting guna memastikan setiap korban dapat dikenali secara ilmiah dan diserahkan dengan benar kepada keluarga masing-masing.
Dalam pelaksanaan evakuasi yang penuh tantangan tersebut, Hendri Mob dari Tim Gagak Hitam Polres Padang Pariaman menjadi salah satu personel yang sangat membantu jalannya operasi. Tim Gagak Hitam dikenal sebagai unit taktis yang bergerak cepat dalam kondisi darurat, termasuk saat harus membuka akses jalan, membantu pengangkutan jenazah, hingga mengawal ketat iring-iringan ambulance menuju rumah sakit.
Medan yang dilalui tim cukup sulit, dengan kondisi jalan yang masih tergenang, licin, dan sebagian tertutup material longsoran. Namun, berkat koordinasi yang solid dari seluruh unsur, giat berjalan lancar, aman, dan tertib tanpa adanya hambatan besar.
Kasi Dokkes Polres Padang Pariaman dalam laporannya menyampaikan bahwa seluruh personel bekerja maksimal demi memastikan penanganan korban dilakukan secara bermartabat dan sesuai SOP. Selain itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat kondisi cuaca masih fluktuatif dan potensi banjir susulan belum sepenuhnya hilang.
Dengan telah tibanya jenazah di RS Bhayangkara Padang, kini proses berada di tangan Tim Identifikasi dan DVI, yang akan melakukan pemeriksaan forensik mulai dari pencocokan ciri fisik, sidik jari, hingga kemungkinan identifikasi berbasis DNA apabila diperlukan.
Operasi kemanusiaan ini kembali membuktikan bahwa sinergi antara Polres Padang Pariaman, Tim Gagak Hitam, tenaga medis, relawan, hingga masyarakat sangat berperan dalam mempercepat penanganan korban bencana.(***)
